Showing posts with label Pakan Ternak. Show all posts
Showing posts with label Pakan Ternak. Show all posts

Hijauan Makanan Ternak (HMT) : Rumput VS Legum



Rumput dan Legum merupakan HMT yang dapat diberi secara langsung kepada ternak ataupun dapat di biarkan ternak itu merumput sendiri. Tentu saja HMT ini ditujukan bagi ternak Ruminansia Besar dan Ruminansia Kecil (Sapi, Kambing, Kerbau, Domba) yang dimana ternak ini memiliki 4 lambung, berbeda dengan manusia yang hanya memiliki 1 lambung, lambung Ruminansia ini sendiri terdiri dari Rumen (Tempat pakan dicerna yang dibantu oleh mikroorganisme didalamnya), Retikulum, Omasum dan Abomasum.

Menurut dari yang saya pelajari dari perkuliahan, rumput dan legum memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

RUMPUT
-sumber serat
-kualitas nutrisi rendah
-produksi biomassa tinggi
-berakar serabut
-bunga tidak bermahkota
-daun panjang
-monokotil
-batang lunak
-daun tumbuh disetiap buku

LEGUM
-sumber protein
-kualitas nutrisi tinggi
produksi biomassa rendah
-berakar tunggal
-bunga bermahkota 
-daun lebar
-dikotil
-batang keras
-daun tumbuh pada percabangan batang

Berdasarkan ciri-ciri diatas, sudah dapat disimpulkan bahwa Legum pada umumnya memiliki keunggulan dibanding dengan rumput, namun Legum sendiri sangat sensitif terhadap kekurangan unsur hara tanah dibanding dengan rumput. Selain itu dibalik tingginya nutrisi yang dimiliki Legum tetap HARUS dibatasi karena mengandung Toxic dan zat antinutrisi yang banyak terdapat pada legum.

Sebenarnya masalah kebutuhan protein pada pakan ternak khususnya Ruminansia dapat dihasilkan sendiri oleh Mikroorganisme yang mati didalam rumen ataupun tidak sengaja terserap ke Lambung selanjutnya atau Retikulum. Hal ini jugalah yang menyebabkan kurang efisiennya pemberian Konsentrat (Pakan tambahan tinggi protein) pada Ruminansia karena yang akan mengambil nutrisi dari Konsentrat tsb juga mikroorganismenya, bukan ternaknya.

Kalopogonium/Kacang asu (Calopogonium Mucunoides)

 Klasifikasi

Divisi               : Spermatophyta              
Klass                : Dicotyledoneae                         
Ordo                 : Leguminales
Family              :Leguminaceae      
Genus               : Callopogonium      
Spesies             : Callopogonium muconoides 


Deskripsi dan Ciri-Ciri
Terna yang tumbuh cepat, dengan menjalar, membelit atau melata. Panjang hingga beberapa meter, membentuk sekumpulan daun yang tak beraturan dengan ketebalan 30-50 cm, dengan batang padat berrambut-rambut.Berdaun tiga, panjang tangkai daun hingga 16 cm. Daun berbentuk menjorong, membundar telur atau mengetupat-membundar telur, bagian lateral menyerong, kedua permukaan menggundul. Bunga tandan lampai, panjang hingga 20 cm, bunga dalam fasikulum berjumlah 2-6, berwarna biru atau ungu. Polong memita-melonjong, lurus atau melengkung, dengan rambut coklat kemerahan diantara biji, biji berjumlah 3-8. Biji berbentuk persegi padat dengan panjang 2-3 mm, berwarna kekuningan atau coklat kemerahan.

Rumput Raja (King Grass)

Klasifikasi

Divisi                       : Angiospermae
Klass                        : Monocotyledoneae
Ordo                         : Graminales                                    
Family                      : Graminaceae    
Genus                       : King           
Spesies                     : King gras           


           Rumput raja adalah jenis rumput baru yang belum banyak dikenal, yang merupakan hasil persilangan antara pennisetum purpereum (rumput gajah) dengan pennisetum tydoides, rumput ini mudah ditanam, dapat tumbuh dari dataran rendah hingga dataran tinggi, menyukai tanah subur dan curah hujan yang merata sepanjang tahun. Produksi rumput ini jauh lebih tinggi dibandingkan rumput lainnya.

Ciri-Ciri
 
Rumput raja mempunyai karakteristik tumbuh tegak berumpun-rumpun, ketinggian dapat mencapai kurang lebih 4 m, batang tebal dan keras, daun lebar agak tegak, dan ada bulu agak panjang pada daun helaian dekat liguna. Permukaan daun luas dan tidak berbunga kecuali jika di tanam di daerah yang dingin. Rumput raja dapat di tanam di daeah yang subur di dataran rendah sampai dataran tinggi, dengan curah hujan tahunan lebih dari 1.000 mm.
Produksi hijauan rumput raja dua kali lipat dari produksi rumput gajah, yaitu dapat mencapai 40 ton rumput segar/hektar sekali panen atau setara 200-250 ton rumput segar/hektar/tahun. Mutu hijauan rumput raja lebih tinggi jika dibandingkan dengan rumput gajah Hawai ataupun rumput Afrika.

Stilo (Stylosanthes Humilis)

Klasifikasi

Kingdom          : Plantae
Divisi               : Spermatophyta                                     
Class               : Dicotyledoneae                                           
Ordo                : Leguminales
Family             : Leguminales
Genus               : Stylosanthes 
Species             : Stylosanthes Humilis

          Tanaman ini berasal dari Amerika tengah dan selatan. Merupakan tanaman tahunan yang tumbuh tegak membentuk semak dengan ketinggian 100-150 cm dan cenderung berkayu.


Ciri-Ciri 
            Tanaman ini memiliki batang yang kasar dan daun yang berkelompok dimana dalam setiap tangkai terdapat 3 helai daun. Perakaran jenis legum ini sangat dalam.  Tanaman ini toleran terhadap tanah kurang subur. Selain itu legum ini juga tahan terhadap daerah kering atau basah tetapi tidak tahan terhadap naungan. Tanaman ini dapat tumbuh pada ketinggian 0-1.000 m dpl dengan curah hujan > 850 mm/tahun. Untuk perbanyakan tanaman dapat dilakukan dengan menggunakan biji atau stek.

Rumput Signal (Brachiaria Decumbens)

Klasifikasi
 
Divisi                     : Angiospermae  
Class                      : Monocotyledoneae
Ordo                       : Graminales
Family                    : Graminaea
Genus                     : Brachiaria
Species                   : Brachiaria Decumbens
 
         Brachiaria Decumbens atau disebut juga Rumput Signal biasanya ditanam untuk padang penggembalaan permanen, tetapi juga ditanam atau dikonservasi pada sistem potong angkut oleh peternak kecil. Ditanam sebagai penutup tanah yang digembalai pada perkebunan dan memberi penutup yang baik untuk menahan erosi pada daerah yang miring. Digunakan pada sistem padi dataran tinggi di sabana Colombia. Dapat memberikan padang penggembalaan penutup untuk mengontrol Chromolaena odorata di Cina.
 
 
Ciri-Ciri
             Tumbuh rendah, tegak atau menjalar, membentuk rizoma dan tanaman tahunan berstolon dengan daun berbulu sedang dan berwarna hijau terang, lebar 7-20 m, dan panjang 5-25 cm. Daun tumbuh dari stolon yang merambat yang berakar pada buku-bukunya. Daun pedang lanceolate. Tanda khusus kepala biji dengan 2-7 tandan, panjang 1-5 cm, ditunjang suatu axis dengan panjang sekitar 10 cm.

Jagung (Zea Mays)

Klasifikasi

Kingdom       : Plantae
Divisi            : Monocots
Class             : Commelinids
Ordo              : Poales
Famili            : Poaceae
Genus            : Zea
Spesies          : Z. mays

     Zeamays atau disebut juga jagung merupakan tanaman semusim (annual). Satu siklus hidupnya diselesaikan dalam 80-150 hari. Paruh pertama dari siklus merupakan tahap pertumbuhan vegetatif dan paruh kedua untuk tahap pertumbuhan generatif.
Tinggi tanaman jagung sangat bervariasi. Meskipun tanaman jagung umumnya berketinggian antara 1m sampai 3m, ada varietas yang dapat mencapai tinggi 6m. Tinggi tanaman biasa diukur dari permukaan tanah hingga ruas teratas sebelum bunga jantan. Meskipun beberapa varietas dapat menghasilkan anakan (seperti padi), pada umumnya jagung tidak memiliki kemampuan ini.
        Jagung termasuk tanaman bijinya berkeping tunggal monokotil, jagung tergolong berakar serabut yang dapat mencapai kedalaman 8 m meskipun sebagian besar berada pada kisaran 2 m. Pada tanaman yang sudah cukup dewasa muncul akar adventif dari buku-buku batang bagian bawah yang membantu menyangga tegaknya tanaman.
Batang jagung tegak dan mudah terlihat, sebagaimana sorgum dan tebu, namun tidak seperti padi atau gandum. Terdapat mutan yang batangnya tidak tumbuh pesat sehingga tanaman berbentuk roset. Batang beruas-ruas. Ruas terbungkus pelepah daun yang muncul dari buku. Batang jagung cukup kokoh namun tidak banyak mengandung lignin.
           Daun jagung adalah daun sempurna. Bentuknya memanjang. Antara pelepah dan helai daun terdapat ligula. Tulang daun sejajar dengan ibu tulang daun. Permukaan daun ada yang licin dan ada yang berambut. Stoma pada daun jagung berbentuk halter, yang khas dimiliki familia Poaceae. Setiap stoma dikelilingi sel-sel epidermis berbentuk kipas. Struktur ini berperan penting dalam respon tanaman menanggapi defisit air pada sel-sel daun.
Jagung memiliki bunga jantan dan bunga betina yang terpisah (diklin) dalam satu tanaman (monoecious). Tiap kuntum bunga memiliki struktur khas bunga dari suku Poaceae, yang disebut floret. Pada jagung, dua floret dibatasi oleh sepasang glumae (tunggal: gluma). Bunga jantan tumbuh di bagian puncak tanaman, berupa karangan bunga (inflorescence). Serbuk sari berwarna kuning dan beraroma khas. Bunga betina tersusun dalam tongkol. Tongkol tumbuh dari buku, di antara batang dan pelepah daun.
         Pada umumnya, satu tanaman hanya dapat menghasilkan satu tongkol produktif meskipun memiliki sejumlah bunga betina. Beberapa varietas unggul dapat menghasilkan lebih dari satu tongkol produktif, dan disebut sebagai varietas prolifik. Bunga jantan jagung cenderung siap untuk penyerbukan 2-5 hari lebih dini daripada bunga betinanya (protandri).


Ciri-Ciri 
Panjang
Berisi
Ada Buahnya

Rumput Setaria (Setaria Spachelata)

Klasifikasi
Kingdom         : Plantae
Subkingdom    : Tracheobionta
Superdivision  : Spermatophyta
Division           : Magnoliophyta
Class                : Liliopsida
Subclass           : Commelinidae
Order               : Cyperales
Family             : Poaceae
Genus              : Setaria P. Beauv
Species            : Setaria sphacelata

           Rumput setaria sering juga disebut sebagai rumput setaria lampung.Dapat tumbuh didaerah dataran tinggi mulai dari 1000m diatas permukaan laut. Setaria dapat dikembangbiakan dengan cara merecah akarnya. Cirri khas dari rumput ini yaitu pada bawah batangnya berwarna merah, rumput ini juga dapat bersimbiosis dengan mikroba yang dapat memfiksasi nitrogen.
         Rumput setaria sangat cocok di tanam di tanah yang mempunyai ketinggian 1200 m dpl, dengan curah hujan tahunan 750 mm atau lebih, dapat tumbuh di berbagai jenis tanah, dan tahan terhadap genangan air. Pembiakan dapat di lakukan dengan memisahkan rumpun dan menanamnya dengan jarak 60 x 60 cm. Pemupukan di lakukan pada tanaman berumur kurang lebih dua minggu, dengan pupuk urea 100 kg/hektar lahan, dan sebulan sekali di tambah dengan 100 kg urea/hektar.
Produksi hijauan rumput setaria dapat mencapai 100 ton rumput segar/hektar/tahun. Komosisi rumput setaria (dasar bahan kering) terdiri atas; abu 11,5%, ekstrak eter (EE) 2,8%, serat kasar (SK) 32,5%, bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN) 44,8%, protein ksar (PK) 8,3% dan total digestible nutrients (TDN) 52,88%.

Ciri-Ciri
            Tumbuh tegak, berumpun lebat, tinggi dapat mencapai 2 m, berdaun halus dan lebar berwarna hijau gelap, berbatang lunak dengan warna merah keungu-unguan, pangkal batang pipih, dan pelepah daun pada pangkal batang tersusun seperti kipas.

Rumput Benggala (Panicum Maximum)

Klasifikasi
    Divisi  : Angiospermae
    Klass   : Monocotyledoneae
  Ordo    : Graminales
  Family : Graminaceae
  Genus   : Panicum
    Spesies  : Panicum maximum.
 
 Panicum maximum disebut juga rumput benggala berasal dari Afrika tropik dan sub tropik.
 
Ciri-Ciri 
           Ciri-cirinya bersifat perennial, batang tegak, kuat, dan membentuk rumpun. Akarnya membentuk serabut dalam, buku dan lidah daun berbulu. Warna bunga hijau atau keunguan (Tumbuh pada daerah dataran rendah sampai pegunungan 0–1200 m di atas permukaan laut. Produksi Panicum maximum yang dihasilkan mencapai 100–150 ton/ha/th dalam bahan segar. Panen pertama dilakukan setelah 2–3 bulan setelah penanaman (Sutopo, 1985).
 

Rumput Gajah (Pennisetum Purpureum)




Klasifikasi 
Kingdom              : Plantae
Phyllum               : Spermatophyta
SubPhyllum         : Angiospermae
Classis                  : Monocotyledoneae
Ordo                     : Glumiflora
Familia                 : Gramineae
SubFamilia           : Panicurdeae
Genus                   : Pennisetum
Species                 : Pennisetum purpureum
Pennisetum purpureum disebut juga Rumput Gajah (Indonesia). Rumput ini berasal dari Afrika daerah tropik
  
Ciri-Ciri 
perennial dan dapat tumbuh setinggi 3-4,5 m. Berkembang dengan rhizoma yang panjangnya dapat mencapai 1 m. Panjang daun 16–90 cm dan lebar daun 8–35 mm. Kultur teknis rumput ini adalah bahan tanam berupa pols dan stek, interval pemotongan 40-60 hari, responsif terhadap pupuk nitrogen, campuran dengan legum seperti Centro dan Kudzu, produksinya 100-200 ton/ha/th (segar), 15 ton/ha/th bahan kering (BK), renovasi 4-8 tahun (Reksohadiprojo, 1994).